Tampilkan postingan dengan label down. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label down. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Agustus 2011
cerita akhir di awal ramadhan
kini saat kusadari kusimpan setitik rindu yang mencelos di sudut hati..
dan kini kusadari waktu memaksaku untuk sejenak hembuskan udara tidak untuknya,
: dan tak pernah sanggup..
Ramadhan 1432 H
Jumat, 15 Juli 2011
Minggu, 19 Juni 2011
paringono sabar gusti...
UAS belum juga selesai, menunggu dua hari terasa begitu lama. badan sejak kamis sore mulai memberontak. kepala pening tak terkira, jaket membalut tubuh dalam kotak ukuran 3x3 m bernama kamar kost. bersin tak henti-hentinya keluar dari mulut saya, suaranya bagaikan motor mogok butut yang distarter berkali-kali tapi tetep saja ga mau nyala. tapi dengan begitu saya bisa bersyukur kepada Tuhan saya dengan mengucap "Alhamdulillah..." tiap kali bersin. mungkin saya sakit gara-gara kurang bersyukur kali ya? hehe..
sabtu sore, setelah maghrib.. badan belum juga pulih. malah tambah down, dengan adanya kabar tentang keputusan rapat tadi pagi dari teman (karena saya lagi pileren jadi ga ikutan rapat), bahwa saya diberikan amanah satu jabatan penting di organisasi..
"Hhhh...???!!@#$%^&;*(+"
seketika.. ujug-ujug... ma' bedunduk...
secara reflek terhenyak kaget. dan kepala ini rasanya kaya mikul karung yang beratnya 1 kuintal.
ditambah dalam 2 hari harus menentukan orang yang tepat untuk ditempatkan dalam tiap divisi.
alamaaakk... piye iki?? mumet sirahku..
walau pun sebelumnya sudah ada rumor dan gosip sana-sini yang mengatakan bahwa saya yang akan ditempatkan disitu, tapi saya anggap itu cuma bercanda.
saya sempat berfikir "lha kok mumet ngopo? trimo wae, pancen ga pernah bersyukur kowe ki.."
memang benar. tapi di satu sisi, faktanya ya sudah pasti kalau yang namanya mendapat jabatan, berarti waktu saya yang cuma 24 jam terbagi lagi buat tambahan kegiatan ngurusi organisasi. lha terus dodolanku piye?
IPK ku sekarang juga ajur mumur, rak karuan..
ditambah lagi dengan tanggungan anyar..
duh gusti... paringono bojo sing ayuuuu...
lho? salah do'ane Le..
duh gusti.. paringono kekuatan, kersane teteg, stereg, mikul jabatan meniko gusti...
amiinn..
Mungkin sudah saatnya kejadian ini, saya sebut sebagai jawaban. Jawaban atas kejadian yang saya alami beberapa bulan atau beberapa tahun tahun lalu, kejadian yang tidak saya inginkan.
Dan kejadian yang saya alami beberapa tahun kemudian, merupakan jawaban mengapa saya mengalaminya beberapa tahun lalu.
Juga jawaban atas doa saya beberapa tahun yang lalu. Jawaban untuk dijadikan pelajaran dan untuk disyukuri.

sabtu sore, setelah maghrib.. badan belum juga pulih. malah tambah down, dengan adanya kabar tentang keputusan rapat tadi pagi dari teman (karena saya lagi pileren jadi ga ikutan rapat), bahwa saya diberikan amanah satu jabatan penting di organisasi..
"Hhhh...???!!@#$%^&;*(+"
seketika.. ujug-ujug... ma' bedunduk...
secara reflek terhenyak kaget. dan kepala ini rasanya kaya mikul karung yang beratnya 1 kuintal.
ditambah dalam 2 hari harus menentukan orang yang tepat untuk ditempatkan dalam tiap divisi.
alamaaakk... piye iki?? mumet sirahku..
walau pun sebelumnya sudah ada rumor dan gosip sana-sini yang mengatakan bahwa saya yang akan ditempatkan disitu, tapi saya anggap itu cuma bercanda.
saya sempat berfikir "lha kok mumet ngopo? trimo wae, pancen ga pernah bersyukur kowe ki.."
memang benar. tapi di satu sisi, faktanya ya sudah pasti kalau yang namanya mendapat jabatan, berarti waktu saya yang cuma 24 jam terbagi lagi buat tambahan kegiatan ngurusi organisasi. lha terus dodolanku piye?
IPK ku sekarang juga ajur mumur, rak karuan..
ditambah lagi dengan tanggungan anyar..
duh gusti... paringono bojo sing ayuuuu...
lho? salah do'ane Le..
duh gusti.. paringono kekuatan, kersane teteg, stereg, mikul jabatan meniko gusti...
amiinn..
Mungkin sudah saatnya kejadian ini, saya sebut sebagai jawaban. Jawaban atas kejadian yang saya alami beberapa bulan atau beberapa tahun tahun lalu, kejadian yang tidak saya inginkan.
Dan kejadian yang saya alami beberapa tahun kemudian, merupakan jawaban mengapa saya mengalaminya beberapa tahun lalu.
Juga jawaban atas doa saya beberapa tahun yang lalu. Jawaban untuk dijadikan pelajaran dan untuk disyukuri.
…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Al Baqarah 216)
Jumat, 20 Mei 2011
"Aku bukan manusia, Aku adalah Dinamit"
Hari ini banyak sekali yang tertangkap oleh mataku.
Ribuan partikel menyatu dalam konsep yang aku ciptakan untuk kalian,
Meski hanya sekadar Hipotesa........
Sajak bermula dari ketertarikanku memaknai progresivitas dan berbagai perubahan manusia-manusia disekelilingku.
Aku melihat banyak sekali kemajuan dan tumpuan yang kalian ciptakan.
Aku melihat kalian yang saat ini sedang berupaya mengejar mimpi kalian,dengan cara kalian masing-masing.
-Gemar beribadah dan hidupnya dipenuhi unsur-unsur religiusitas.
-Rajin membaca buku untuk menambah wawasan.
-Belajar setiap hari untuk menuntut nilai tinggi di institusi formal yang kalian tempati.
-Bekerja keras dengan berbagai profesi yang aku sadari bukan pekerjaan mudah dan menyenangkan.
-Menjadi pandai bermain musik dengan lantunan harmoni indah yang membuatku terperanga.
-Menjadi atlit profesional dengan berderet piala di kamar kalian.
-Menjadi fotographer profesional yang menangkap momen-momen sejarah kehidupan.
-Aktivis yang kesehariannya dipenuhi dengan rutinitas kegiatan dan kritiknya selalu terdengar vokal.
-Pendaki gunung yang telah menaklukan berbagai rintangan alam.
-Suami yang bertanggungjawab membina keluarga yang harmonis.
-Pengabdi masyarakat yang kesehariannya penuh oleh kegiatan sosial non-profit.
-Sastrawan hebat.
-Penulis handal.
dan masih banyak lagi.
Aku melihat kalian sekarang telah tumbuh menjadi seorang "pria", kawan-kawanku.
Aku melihat kalian sekarang telah tumbuh menjadi seorang yang berguna.
Memupuk asa demi masa depan yang lebih baik.
Aku turut bahagia dengan apa yang kalian capai sampai saat ini.
Kalian semua hebat,
bahkan aku iri pada kalian.
Kemudian, aku melihat kalender: 20 Mei 2011.
Hari ini, sampai saat ini, aku telah berbuat apa???
Apa yang dapat kupertanggungjawabkan sebagai seorang anak kepada ibunya?
Apa yang harus kubanggakan?
Sementara wanita itu duduk rapuh bermalaman menanti kabar dari anaknya.
Duduk memangku dagu berharap cemas penuh ketakutan.
Lalu disiang hari beliau kembali meronta bersama terik matahari, demi anaknya.
Ta' hanya itu, kolega dan rekan sepekerjaannya pun selalu sibuk membanggakan anak-anaknya.
Menari indah ditemani lantunan kisah klasik kesuksesan anaknya.
Aku tau, beliau semakin cemas bahkan iri pada teman-temannya.
Malam kembali menghampiri wanita itu.
Kecemasan dan kegelisahaan merapat bersama lelahnya hari.
*Maafkan aku.
Aku tidak ingin menjadi produk peradaban, aku ingin menjadikan peradaban sebuah produk yang ku ciptakan.
kini,
Aku hari ini tidaklah lebih dari seorang gelandangan.
yang mengada dalam setiap celah kekosongan.
Tapi,
"Aku bukan manusia, aku adalah dinamit" (Nietzsche).
Yang siap meledakkan super daya ketika waktunya telah tiba.
Ribuan partikel menyatu dalam konsep yang aku ciptakan untuk kalian,
Meski hanya sekadar Hipotesa........
Sajak bermula dari ketertarikanku memaknai progresivitas dan berbagai perubahan manusia-manusia disekelilingku.
Aku melihat banyak sekali kemajuan dan tumpuan yang kalian ciptakan.
Aku melihat kalian yang saat ini sedang berupaya mengejar mimpi kalian,dengan cara kalian masing-masing.
-Gemar beribadah dan hidupnya dipenuhi unsur-unsur religiusitas.
-Rajin membaca buku untuk menambah wawasan.
-Belajar setiap hari untuk menuntut nilai tinggi di institusi formal yang kalian tempati.
-Bekerja keras dengan berbagai profesi yang aku sadari bukan pekerjaan mudah dan menyenangkan.
-Menjadi pandai bermain musik dengan lantunan harmoni indah yang membuatku terperanga.
-Menjadi atlit profesional dengan berderet piala di kamar kalian.
-Menjadi fotographer profesional yang menangkap momen-momen sejarah kehidupan.
-Aktivis yang kesehariannya dipenuhi dengan rutinitas kegiatan dan kritiknya selalu terdengar vokal.
-Pendaki gunung yang telah menaklukan berbagai rintangan alam.
-Suami yang bertanggungjawab membina keluarga yang harmonis.
-Pengabdi masyarakat yang kesehariannya penuh oleh kegiatan sosial non-profit.
-Sastrawan hebat.
-Penulis handal.
dan masih banyak lagi.
Aku melihat kalian sekarang telah tumbuh menjadi seorang "pria", kawan-kawanku.
Aku melihat kalian sekarang telah tumbuh menjadi seorang yang berguna.
Memupuk asa demi masa depan yang lebih baik.
Aku turut bahagia dengan apa yang kalian capai sampai saat ini.
Kalian semua hebat,
bahkan aku iri pada kalian.
Kemudian, aku melihat kalender: 20 Mei 2011.
Hari ini, sampai saat ini, aku telah berbuat apa???
Apa yang dapat kupertanggungjawabkan sebagai seorang anak kepada ibunya?
Apa yang harus kubanggakan?
Sementara wanita itu duduk rapuh bermalaman menanti kabar dari anaknya.
Duduk memangku dagu berharap cemas penuh ketakutan.
Lalu disiang hari beliau kembali meronta bersama terik matahari, demi anaknya.
Ta' hanya itu, kolega dan rekan sepekerjaannya pun selalu sibuk membanggakan anak-anaknya.
Menari indah ditemani lantunan kisah klasik kesuksesan anaknya.
Aku tau, beliau semakin cemas bahkan iri pada teman-temannya.
Malam kembali menghampiri wanita itu.
Kecemasan dan kegelisahaan merapat bersama lelahnya hari.
*Maafkan aku.
Aku tidak ingin menjadi produk peradaban, aku ingin menjadikan peradaban sebuah produk yang ku ciptakan.
kini,
Aku hari ini tidaklah lebih dari seorang gelandangan.
yang mengada dalam setiap celah kekosongan.
Tapi,
"Aku bukan manusia, aku adalah dinamit" (Nietzsche).
Yang siap meledakkan super daya ketika waktunya telah tiba.
Langganan:
Postingan (Atom)



