Jumat, 14 Januari 2011

my life, my adventure

I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken
To meet faces unknown
To feel the wind
To touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
Live is an ADVENTURE

Kamis, 06 Januari 2011

Uda lama g posting..

assalamu'alaikum..
g kerasa, uda lama banget g posting lagi. tapi bingung mau posting apa..
cerita-cerita aja ahh..

abis isya' malam ini, aku coba untuk belajar. UAS tinggal 3 hari lagi. tapi rada susah..
hehe..
pikiran buyar kemana-mana. apa yang bikin kaya gini?
jam 10 malem, pintu aku kunci. lampu kamar aku matiin, trus coba nulis ini..

cuma mau share aja..
satu yang bikin motivasiku dari dulu cuma pengen bikin orang tua bangga sama anaknya ini..
ini lho, anakmu yang dulu cuma bisa nangis, minta duit, sekarang uda gede, uda bisa di andelin.
tapi aku yakin, bukan ini tujuan mereka yang utama ngebesarin aku. tapi lebih dari ini..
klo lagi ngomongin orang tua, pasti aku langsung berubah jadi diem.
aer mata kaya mau keluar. kenapa ya?
aku sebenernya cuma pengen kuliah selese tepat waktu, dengan usaha dagang dan warungku yang bisa jadi modalku sendiri nanti, aku pengen jadi entrepreneur muda yang berhasil. tapi, bu'e selalu pengen aku jadi PNS, klo g dosen..

hemh..
pasti ada alasan di balik itu, mungkin dasarnya emang dari embah, bu'e, sama bapak jadi guru..
tapi masa anaknya mau jadi guru lagi?
g seru, hehe..

ok. cukup lah. penilaian untuk orang tuaku, hanya satu..
"THE BEST"
apa lagi bu'e, baru 2 minggu di kota bandung yang sumpek ini aja uda kangen..
uda ada ade' bayi juga yang lucu..
dan pastinya bu'e lebih repot..

ga tau mau ngomong apa..
ada satu nasyid yang aku suka dari seismic :


Ibu Doakanlah
Munsyid : Seismic

Ibu doakanlah ku akan melangkah
Menyusuri waktu menjemput citaku
Ibu lepaskanlah ku ke laut biru
Akan kuarungi akan kuseberangi

Ibu doakanlah ku sedang melangkah
Menjalani hari menjemput harapku
Ibu lepaskanlah ku dengan maafmu
Tentramkan hatiku menempuh hidupku

Doamu oh ibu selalu kunanti
Tulus dan suci dari relung hati
Doamu oh ibu selalu kunanti
Mohonkanlah Allah Rabbi besertaku selalu
Besertaku selalu..



sebenernya banyak yang mau aku ceritain. tapi harapanku sudah di gambarkan sama nasyid ini..
jadi, lain kali aja..
hehe..
jadikan orangtuamu sebagai pemacumu..
semoga bermanfaat, amin..

Selasa, 02 November 2010

menjadi tua takkan pernah mudah [kangen mbah uti]




Menjadi orang tua bukan hal yang mudah, kawan…

Sama sekali bukan hal yang mudah…

Maksudku orang tua, bukan saat menjadi ayah dan ibu, namun seseorang yang telah memasuki masa tua…

Entah bagaimana, beberapa hari terakhir, aku banyak menemui hal-hal yang berhubungan dengan hal ini….

Menjadi orang tua tak akan pernah mudah…

Saat merasa tak dibutuhkan lagi oleh anak-anaknya, yang sudah menikah, atau bekerja…

Saat tak lagi merasa berguna…

Ingin melakukan sesuatu, tapi untuk siapa?

Sampai terkadang, saat anak2nya tengah asik dengan keluarganya, untuk sekedar ikut nimbrung saja, ada perasaan tak berada di tempat yang seharusnya…

Pernahkah kalian sekedar bercakap, berbagi perasaan dengan mereka?

Paling tidak, dengan kakek nenek kalian?

Sadarkah kalian, mereka akan menceritakan hal yang itu-itu saja?

Bukan, bukan karena mereka mereka mulai lupa sudah pernah menceritakannya, namun, mereka seolah ingin mengingat kembali, saat mereka masih berguna, masih dibutuhkan keluarga mereka dan mereka ingin kalian ikut sedikit, saja menghargainya…

Terkadang, kita berfikir, atau memutuskan bagi mereka, bahawa saat mereka telah lanjut usia, yang terbaik bagi mereka adalah berdiam diri di rumah, istirahat dan sebagainya…

Dan kita lalai, untuk mengajaknya berbicara, atau sekedar menanyakan kabarnya, walau kita bertempat di satu rumah, kita hanya berbicara seperlunya, bahkan berusaha mengabaikannya, dengan alasan, banyak yang harus di kerjakan, dan itu tanpa bantuan mereka…

Taukah kalian, hal itu akan memperparah keadaan mereka?

Tubuh mereka, yang sudah tak dapat lagi diajak bekerjasama melakukan banyak hal, secara otomatis akan membuat mereka lebih peka mengenai kegunaan mereka hidup di dunia….

Lalu, kita memperparah dengan mengira kita mengambil jalan terbaik baginya?

Lalu kita mengeluh, saat mereka mulai mudah marah, mulai rewel, mulai keras kepala…

Tidak ada pengertian, malah selalu menyusahkan…

Lalu kita mengabaikannya, bahkan selalu menekuk wajah saat berada di sekitarnya…

Tak pernah kita sadari, tatapan sayang yang mereka tujukan kepada kita, uang yang sedikit-demi sedikit mereka sisihkan untuk diberikan kepada kita…

Tak pernah pula kita sadari, tetesan air matanya, saat menangis dalam tidurnya, setelah seharian diabaikan anak cucunya…

Lalu, aku tercenung, kawan…

Hidup seperti apa yang aku inginkan saat aku menjadi tua nanti?

Yang jelas, bukan yang seperti ini…

Sama sekali bukan…

Aku tak ingin diacuhkan…

Aku tak ingin didiamkan…

Apalagi diabaikan…

Aku ingin disayang, seperti aku menyayangi anak-anakku saat aku membesarkan mereka…

Aku ingin diperhatikan, di sisa-sisa akhir umur yang ALLOH berikan, setelah segala perhatian yang aku berikan kepada anak-anak yang ku perjuangkan…

Aku ingin dimengerti, dengan segala kelemahan tubuh yang mulai menggangguku, sehingga menghalangiku untuk membantu anak-anakku memenuhi kebutuhan mereka…

Karena dulu, aku pernah kuat, saat anak-anakku mengadu, berkeluh, berkesah, dan berharap aku menguatkannya… aku pernah kuat, saat berusaha mencukupi apa yang mereka inginkan, dan aku takkan rela saat mereka kekurangan…

Aku ingin dimengerti, dengan segala kealpaanku mengingat, bahkan mungkin lalai mengingat nama anak-anakku sendiri…

Karena sebenarnya, aku tak ingin lupa…

Aku tak mungkin ingin lupa, anak-anakku, separuh jiwaku, yang lahir dari rahimku, yang besar di mataku, yang tumbuh di tanganku…

Jika seandainya mungkin, bahkan aku ingin menyimpan ingatan itu di sebuah kotak, lalu selalu membukanya saat aku merasa akan lupa…

Aku ingin ditopang, saat langkahku tak lagi jejak, saat tubuhku tak lagi tegak, layaknya aku menjejakkan langkah mereka, menegakkan tubuh mereka, saat mereka membutuhkannya…

Lalu, cucu-cucuku…

Yang bahakan terkadang tak sadar seberapa besar sayangku…

Pengingatku, bagi anak-anakku…

Malaikat-malaikat kecil yang menyadarkan, betapa beruntungnya aku…

Aku ingin jadi bagian dari semua bagian itu…

Jadi, bagi kalian yang masih memiliki ayah dari ayah, ibu dari ayah, ayah dari ibu, ibu dari ibu…
Bersyukurlah…

Sesekali, ajaklah mereka bercerita, berbagi rasa…

Ajaklah mereka melakukan sesuatu bersama…

Jangan bosan, jangan mudah terpancing amarah atas segala kelalaian mereka, karena sejujurnya, mereka tak pernah ingin lalai…

Karena orang tua kalian yang kalian sayangai kini,ada karena mereka yang banyak mengorbankan diri …
Lalu, kalian akan menyadari, betapa mereka sungguh, sungguh sangatlah berarti…

Dan berharap saja, ALLOH akan membalasnya, bukan saat ini, namun saat kita tua nanti…